Arterialisasi Vena Dalam (DVA)
Penyakit Arteri Perifer (PAD) adalah masalah sirkulasi yang umum terjadi, di mana penyempitan arteri mengurangi aliran darah ke anggota gerak.
Hingga 20% pasien dengan iskemia tungkai yang mengancam kelangsungan anggota gerak memiliki penyakit arteri yang tidak dapat ditangani dengan teknik revaskularisasi konvensional, dan kondisi ini disebut sebagai “desert foot” (kaki tanpa aliran darah). Kondisi ini lebih sering terjadi pada pasien dengan diabetes dan penyakit ginjal tahap akhir- mereka sering memiliki pembuluh darah yang mengalami kalsifikasi berat dan tersumbat hingga di bawah pergelangan kaki.
Ketika PAD berkembang ke tingkat kritis, kondisi ini dapat menyebabkan iskemia tungkai berat (kekurangan oksigen), yang umumnya bermanifestasi sebagai nyeri hebat, luka yang sulit sembuh, dan gangren. Pasien-pasien ini pada akhirnya mungkin memerlukan amputasi mayor di atas pergelangan kaki.
Arterialisasi Vena Dalam (Deep Venous Arterialization/DVA) hadir sebagai alternatif mutakhir. Prosedur inovatif ini bertujuan memulihkan aliran darah ke anggota gerak yang terdampak, memberikan harapan bagi mereka yang jika tidak ditangani berisiko menghadapi amputasi.

Memahami Arterialisasi Vena Dalam (DVA)
Tubuh kita memiliki dua sistem vaskular utama: arteri dan vena. Arteri (merah) bertugas membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan vena (biru) mengembalikan darah kembali ke jantung.

DVA adalah teknik bedah yang mengalihkan aliran darah dari arteri secara langsung menuju vena dalam di tungkai atau kaki. Dengan melewati arteri perifer yang tersumbat atau sakit, DVA memungkinkan darah arteri mengalir melalui sistem vena, mencapai jaringan yang kekurangan oksigen. Proses ini merevitalisasi jaringan, mendorong penyembuhan ulkus (luka), dan mengurangi nyeri.
Prosedur - bagaimana dilakukan
DVA melibatkan beberapa tahapan, yang dilakukan dengan anestesi umum atau regional:
1. Akses pembuluh darah dan pemeriksaan arteri:
Pertama, sayatan kecil dibuat di area selangkangan untuk mengakses arteri femoralis. Kemudian dilakukan angiogram diagnostik- yaitu sejenis pemeriksaan sinar-X yang menunjukkan bagaimana darah mengalir menuju kaki.
Angiogram yang ditampilkan di sini menunjukkan aliran kontras yang jarang menuju kaki, yang mengindikasikan sumbatan berat pada arteri di bawah pergelangan kaki. Kondisi ini umum disebut sebagai “desert foot” (kaki tanpa aliran darah).
2. Mengakses vena kaki
Dengan panduan ultrasonografi, sebuah vena di kaki (biasanya vena plantaris lateral) ditusuk, dan angiogram lain dilakukan. Hal ini membantu menilai apakah vena di kaki tersebut sesuai untuk prosedur Arterialisasi Vena Dalam.
3. Pembuatan jalur baru menuju kaki
Sebuah tabung tipis (kateter) dan kawat pemandu diarahkan secara hati-hati dari vena di kaki, kemudian diposisikan berdekatan dengan segmen arteri yang sehat di bawah lutut.
Dengan menggunakan alat khusus (re-entry crossing device), sebuah jarum pada ujung alat menembus dinding arteri menuju vena di sebelahnya. Langkah krusial ini memerlukan posisi dan teknik yang tepat. Setelah berada di dalam vena, kawat pemandu kemudian diarahkan turun menuju vena di kaki.
buka dalam layar penuh untuk melihat secara lengkap
4. Pembuatan Fistula Arteriovenosa dan pemulihan aliran darah ke kaki
Jalur yang baru terbentuk ini kemudian secara bertahap dibuka dengan angioplasti balon dan pemasangan stent, sekaligus membentuk fistula arteriovenosa dalam prosesnya- hal ini menghasilkan pengalihan aliran darah dari arteri menuju vena di kaki.
Prosedur inovatif ini membantu menyalurkan darah arteri ke kaki melalui sistem vena.
buka dalam layar penuh untuk melihat secara lengkap
5. Memeriksa hasil
Angiogram akhir kemudian dilakukan. Angiogram ini menunjukkan keberhasilan pengalihan aliran darah menuju kaki, meredakan sumbatan sirkulasi, dan mengatasi iskemia pada kaki.
Satu-satunya perangkat yang saat ini tersedia di pasaran dan dirancang khusus untuk melakukan DVA (juga dikenal sebagai TADV- transcatheter arterialization of the deep venous system) adalah sistem LimFlow. Selain beberapa modifikasi kecil, tahapan yang dilakukan sebagian besar serupa, dan video di bawah ini menunjukkan prosedur ini secara lebih rinci.
Siapa yang Dapat Memperoleh Manfaat dari DVA?
Pasien dengan iskemia tungkai kritis (critical limb ischemia/CLI) akibat PAD, yang tidak dapat menjalani prosedur revaskularisasi konvensional karena arteri yang tersumbat sudah terlalu parah untuk dilakukan bypass atau angioplasti biasa. DVA merupakan pilihan terakhir yang dapat dipertimbangkan bagi pasien yang berisiko menghadapi amputasi tungkai bawah.
Manfaat DVA
- Penyelamatan Tungkai: DVA dapat secara signifikan mengurangi risiko amputasi tungkai dengan memulihkan aliran darah ke tungkai yang mengalami iskemia.
- Pengurangan Nyeri: Dengan memperbaiki sirkulasi darah, DVA dapat meredakan nyeri hebat yang terkait dengan CLI.
- Penyembuhan Ulkus: Peningkatan aliran darah mendorong penyembuhan luka dan ulkus yang sulit sembuh.
- Peningkatan Kualitas Hidup: Pasien dapat mengalami peningkatan mobilitas dan kualitas hidup secara keseluruhan yang lebih baik.
Pemulihan dan Perawatan Lanjutan
Perawatan pascaoperasi sangat penting untuk keberhasilan DVA. Pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari untuk pemantauan- hal ini tergantung pada kondisi medis dasar dan tingkat keparahan penyakit masing-masing pasien. Setelah pulang, kunjungan tindak lanjut secara rutin diperlukan untuk menilai fungsi sirkuit vaskular baru yang terbentuk serta kesehatan tungkai secara keseluruhan. Rehabilitasi dan latihan berjalan sering dianjurkan untuk meningkatkan manfaat dari prosedur ini.
Kesimpulan
Arterialisasi Vena Dalam merupakan salah satu perkembangan yang menjanjikan dalam penanganan iskemia tungkai kritis bagi pasien dengan penyakit arteri perifer yang berat. Dengan menawarkan cara baru untuk memulihkan aliran darah ke jaringan yang mengalami iskemia, DVA memberikan harapan bagi mereka yang berisiko mengalami amputasi, serta berpotensi meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup.
Dr. Lim merupakan salah satu dari sedikit ahli bedah di kawasan ini yang memiliki keahlian untuk melakukan prosedur ini. Jika Anda atau orang terdekat Anda menghadapi tantangan penyakit arteri perifer, silakan hubungi kami untuk konsultasi guna menentukan apakah DVA merupakan pilihan pengobatan yang sesuai.
Pertanyaan Umum seputar DVA
Arterialisasi Vena Dalam adalah prosedur endovaskular inovatif yang dirancang untuk menangani Penyakit Arteri Perifer (PAD) dan Iskemia Tungkai Kritis (CLI) yang berat, dengan mengalihkan aliran darah dari arteri menuju vena dalam di tungkai atau kaki, melewati arteri yang tersumbat untuk memulihkan aliran darah ke jaringan yang mengalami iskemia
- Kandidat untuk DVA umumnya meliputi pasien dengan iskemia tungkai kritis akibat penyakit arteri perifer yang berat, yang tidak sesuai untuk metode revaskularisasi konvensional seperti operasi bypass atau angioplasti karena sumbatan atau kerusakan arteri yang luas.
- Kondisi ini dapat terjadi pada hingga 20% pasien dengan iskemia yang mengancam kelangsungan tungkai, dan pasien-pasien ini digambarkan memiliki kondisi “desert foot”.
- DVA bertujuan memulihkan aliran darah yang memadai ke tungkai yang terdampak dengan mengalihkan darah dari arteri ke vena.
- Hal ini mendorong penyembuhan ulkus, mengurangi nyeri, dan pada akhirnya menurunkan risiko amputasi dengan merevitalisasi jaringan iskemik yang berisiko akibat pasokan darah yang tidak memadai.
Meskipun DVA menawarkan manfaat yang signifikan, prosedur ini memiliki risiko sebagaimana prosedur bedah lainnya, termasuk infeksi, perdarahan, serta potensi trombosis vena dalam (DVT) atau gagal jantung. Risiko spesifik bergantung pada faktor individu pasien (seperti kondisi medis yang mendasari) dan kompleksitas prosedur.
- Tingkat keberhasilan teknis (yaitu keberhasilan pelaksanaan prosedur bedah) umumnya lebih dari 95% di tangan operator yang berpengalaman.
- Namun, penting untuk dipahami bahwa keberhasilan penyembuhan luka dan penyelamatan tungkai selanjutnya bergantung pada beberapa faktor lain, seperti kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan dan tingkat keparahan iskemia/luka sebelum prosedur dilakukan. Studi penting PROMISE II Trial yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine (NEJM) menunjukkan tingkat penyelamatan tungkai sebesar 76% dengan DVA.
Masa pemulihan dapat bervariasi antara satu pasien dengan pasien lainnya, namun pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit setidaknya beberapa hari pascaoperasi untuk pemantauan. Pemulihan penuh, termasuk penyembuhan luka dan rehabilitasi, dapat memakan waktu beberapa minggu hingga bulan, dengan kunjungan tindak lanjut secara rutin untuk memastikan keberhasilan adaptasi terhadap jalur aliran darah yang baru.
DVA tidak “menyembuhkan” PAD, tetapi merupakan pengobatan yang bertujuan menangani komplikasi paling berat dari PAD, seperti iskemia tungkai kritis, dengan memulihkan aliran darah ke area yang terdampak sumbatan arteri, sehingga meredakan gejala dan mengurangi risiko kehilangan tungkai.
Untuk menentukan apakah DVA merupakan pilihan pengobatan yang tepat, diperlukan evaluasi menyeluruh oleh ahli bedah vaskular yang berpengalaman, yang akan mempertimbangkan riwayat kesehatan Anda, tingkat keparahan PAD dan CLI Anda, serta kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan untuk merekomendasikan pendekatan pengobatan terbaik.
- Alternatif untuk DVA dapat meliputi metode revaskularisasi konvensional seperti angioplasti, pemasangan stent, atau operasi bypass, serta pengobatan konservatif seperti pemberian obat dan perubahan gaya hidup. Pada beberapa kasus, amputasi tungkai dapat dipertimbangkan apabila pengobatan lain tidak memungkinkan atau tidak efektif.
- Perlu diketahui bahwa DVA umumnya tidak dilakukan sebagai pilihan pengobatan lini pertama bagi pasien dengan penyakit arteri perifer yang baru pertama kali terdiagnosis. Prosedur ini biasanya baru dipertimbangkan setelah modalitas bedah konvensional tidak berhasil.
- Arterialisasi Vena Dalam melibatkan intervensi endovaskular yang kompleks, dan sebaiknya dilakukan oleh ahli bedah vaskular yang memiliki pengalaman memadai dengan prosedur ini. Dr. Lim merupakan salah satu dari sedikit ahli bedah di Asia yang mahir melakukan prosedur ini, serta menangani pasien DVA setelah prosedur dilakukan.
- Jika Anda atau orang terdekat Anda menghadapi tantangan penyakit arteri perifer, silakan hubungi kami untuk konsultasi guna menentukan apakah DVA merupakan pilihan pengobatan yang sesuai.

